Senin, 04 Mei 2015

Riwayat Hidup Asvaghosa

ASVAGHOSA


Riwayat hidup Asvaghosa diperkirakan sezaman dengan Raja Kaniskhka + tahun 100 M dan Beliau adalah salah satu pemimpin dan perintitis ajaran Mahayana. Beliau lahir dari keluarga Brahmana yang kemudian mengikuti ajaran Buddha. Asvaghosa adalah seorang Bhiksu aliran Sthavirava yang mendalami puja bhakti dan kemudian merasa cocok dengan ajaran Mahasanghika. Tempat kelahiran Asvaghosa di Seketa atau Ayodhya (sekarang Qudh) ibunya bernama Suvarnakshi. 


Menurut Vasubandhu, Asvaghosa membantu Katyayaniputra dalam mempersiapkan komentarian mengenai Abhidharma. Karya-karya Asvaghosa antara lain:
a. Buddha Carita
b. Saundarananda
c. Sariputra-Prakarana
d. Mahayana Shraddhotpada Sastra
e. Sutralankara
f. Lankavatara-Sutra-Sastra.  

Riwayat Hidup Mahadeva

MAHADEVA

Riwayat hidup Mahadeva adalah seorang guru suci agama Buddha dari sekte Mahasanghika. Beliau hidup sekitar abad 2 SM. Perpecahan para pengikut Buddha terjadi sekitar tahun 280 SM yaitu pada konsili (rapat sangha) ke II di Vesali. Terjadinya perpecahan Dharma dan Vinaya karena perbedaan pemahaman terhadap konsep Arhat (Arahat). Selanjutnya, Bhiksu Mahadeva memisahkan diri dan diikuti oleh sebagian besar Bhiksu yang kemudian dikenal dengan nama Mahasanghika. 

Awal terjadinya perpecahan inilah yang kemudian dikenal sebagai awal munculnya Sthaviravada dan Mahasanghika  yang kemudian dikenal dengan nama Mahayana dan Hinayana. Untuk itu, Mahayana mengakui bahwa Bhiksu Mahadeva merupakan sesepuh dalam Mahayana. 

Riwayat Hidup Ashin Jinarakkhita

ASHIN JINARAKKHITA

Riwayat Hidup Bhikshu Ashin Jinarakkhita, terlahir The Boan An, juga dikenal dengan panggilan Su Kong lahir di Bogor, Jawa Barat, Hindia Belanda, 23 Januari 1923 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 18 April 2002 pada umur 79 tahun, merupakan orang Indonesia pertama yang ditahbiskan menjadi bhikkhu setelah 500 tahun runtuhnya kerajaan Majapahit saat ia ditahbiskan pada tahun 1953. Beliau merupakan salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Buddhis di Indonesia modern. Selain mempelajarikimia di Groningen, Belanda dia juga mendalami agama Buddha. Pada Juni 1953 ia ditahbiskan dalam tradisi Mahayana di Jakarta. Pembimbingnya menganjurkan agar ia belajar lebih lanjut di Myanmar, karena itu pada tahun yang sama ia masuk Sasana Yeikthadi Yangon untuk belajar meditasi satipatthana di bawah bimbingan Mahasi Sayadaw. Pada tahun berikutnya ia ditahbiskan menjadibhikkhu dan mengambil nama Ashin Jinarakkhita. Pada tahun 1955 ia kembali ke Jawa dan dengan kerja keras membangun kembali vihara-vihara Buddhis. 



Sebagai seorang Bhikshu, ia tidak hanya dikenal oleh umat Buddha di Indonesia. Pada saat awal menjadi bhikkhu, ia mendapat julukan The Flying Monk oleh umat Buddha di Malaysia dan Singapura karena kegesitan ia untuk ‘terbang’ dari satu tempat ke tempat lain untuk membabarkan Dharma. Ashin Jinarakkhita juga beberapa kali mengikuti beberapa kegiatan keagamaan yang berskala internasional. Di antaranya Persamuan Keenam (Chatta Sangayana) yang diadakan di Rangoon, tahun 1954-1956, juga konferensi-konferensi yang diadakan oleh The World Buddhist Sangha Council maupun The World Fellowship of Buddhists. Ashin Jinarakkhita juga pernah menjadi wakil presiden untuk The World Buddhist Sangha Council dan The World Buddhist Social Services.

Riwayat Hidup Hui Neng

HUI NENG

Huineng lahir dalam keluarga Lu pada tahun 638 M di kota Xing di provinsi Guangdong. Ayahnya meninggal ketika ia masih muda dan dalam keluarga miskin, sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca ataupun menulis. Dia mungkin merupakan Hmong atau Miao Suatu hari, Ketika ia mengantarkan kayu bakar ke penginapan, ia mendengar seorang tamu membacakan Sutra Intan dan ia mengalami kesadaran. Dia segera memutuskan untuk mencari jalan kebuddhaan. Tamu tersebut memberinya sepuluh keping perak untuk kebutuhan bagi ibunya, dan Huineng memulai perjalanannya. Setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh hari dengan berjalan kaki, Huineng tiba di Gunung Huang Mei, di mana Patriark Kelima Hongren tinggal


Suatu malam, Hongren menerima Huineng di kediamannya, dan menguraikan Sutra Intan kepadanya. Ketika ia sampai pada bagian, "untuk menggunakan pikiran namun terbebas dari keterikatan," Huineng sampai kepada pencerahan besar-bahwa semua dharma tidak bisa dipisahkan dari sifatnya. Dia berseru, "Betapa menakjubkan bahwa sifat diri awalnya murni! Betapa menakjubkan bahwa sifat diri tidak dilahirkan dan tidak mati! Betapa menakjubkan bahwa sifat diri secara inheren lengkap! Betapa menakjubkan bahwa sifat diri tidak bergerak maupun tidak diam! Betapa menakjubkan bahwa semua dharma berasal dari sifat ini sendiri!"
Meskipun kisah ini disampaikan sejelas mungkin, namun perlu diketahui bahwa Huineng tidak diizinkan untuk menyandang gelar.

Minggu, 03 Mei 2015

Riwayat Hidup Dalai Lama Keempat Belas

DALAI LAMA KEEMPAT BELAS

Riwayat hidup Dalai Lama Keepat Belas atau Tenzin Gyatso bahasa lahir di Amdo, Tibet, 6 Juli 1935; umur 79 tahun adalah Dalai Lamasaat ini yang ke-14. Anak kelima dari sembilan bersaudara keluarga petani ini dinyatakan sebagai tulku (reinkarnasi) Dalai Lama ke-13 pada usia tiga tahun. Pada tanggal 17 November 1950, ia naik takhta sebagai kepala negara Tibet di saat pendudukan daerah itu oleh pasukan Republik Rakyat Tiongkok. Setelah kekalahan gerakan perlawanan Tibet pada 1959, Tenzin Gyatso mengungsi ke India dan mendirikan pemerintah Tibet di pengasingan. Ia juga pernah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II sebanyak 9 kalike Vatikan. ia juga pernah bertemu Bunda Teresa di india



Sama seperti Dalai Lama Sebelas, Trinley Gyatso juga sangat peduli dengan semua makhluk dan membabarkan ajaran Tantrayana. 

Sabtu, 02 Mei 2015

Riwayat Hidup Dalai Lama Ketiga Belas

DALAI LAMA KETIGA BELAS

Riwayat hidup Dalai Lama kedua belas atau Trinley Gyatso lahir pada tanggal 12 Februari 1876 di Thakpo Langdun, U-Tsang, Tibet. Beliau wafat pada tanggal 17 Desember 1933 pada usia 57 tahun.



Sama seperti Dalai Lama Sebelas, Trinley Gyatso juga sangat peduli dengan semua makhluk dan membabarkan ajaran Tantrayana.

Jumat, 01 Mei 2015

Riwayat Hidup Dalai Lama Kesebelas

DALAI LAMA KESEBELAS

Riwayat hidup Dalai Lama kesebelas atau Khedrup Gyatso lahir pada tanggal    1 November 1838 dan wafat pada tanggal 31 Januari 1856. Beliau wafat secara mendadak di Istana Potala, Lhasa, Tibet pada tanggal 31 Januari 1856.


Sama seperti Dalai Lama sebelumnya Khedrup Gyatso juga memiiki kepedulian terhadap semua Makhluk dan memiliki banyak pengikut dan dianggap sebagai guru besar penyebar ajaran Tantrayana.